Gabungan PUISI POLITIK
INI INDONESIA
Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:
Indonesia adalah:
orang-orang;
bangsa, suku;
warna-warna kulit;
jenis-jenis rambut;
berbagai bentuk hidung;
beragam bentuk rahang;
bermacam kelopak mata;
Indonesia adalah:
orang-orang;
bangsa, suku;
warna-warna kulit;
jenis-jenis rambut;
berbagai bentuk hidung;
beragam bentuk rahang;
bermacam kelopak mata;
tak sama, tak beda
tak apa-apa
itulah Nusantara
tak apa-apa
itulah Nusantara
Indonesia adalah:
orang-orang beradab
berpakaian, berbaju, berkain
rumbai-rumbai, kebaya, koteka,
kain, kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban, blankon
berlipat, longgar, ketat,
tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat
warna warni, panjang, pendek, sedang
tertutup, terbuka
orang-orang beradab
berpakaian, berbaju, berkain
rumbai-rumbai, kebaya, koteka,
kain, kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban, blankon
berlipat, longgar, ketat,
tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat
warna warni, panjang, pendek, sedang
tertutup, terbuka
berbeda bersama
tak apa-apa
menjadi, membagi, biasa
itu Nusantara
tak apa-apa
menjadi, membagi, biasa
itu Nusantara
Ini adalah Indonesia
Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar
di kota Terbesar,
candi-candi dan prasasti di penjuru negeri
Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar
di kota Terbesar,
candi-candi dan prasasti di penjuru negeri
Ini adalah Indonesia
Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza
langgar, mesjid, pesantren
antara
pura dan kuil-kuil
Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza
langgar, mesjid, pesantren
antara
pura dan kuil-kuil
tak sedikit tak banyak
tak apa-apa
tak apa-apa
Tuhan Maha Esa Memberinya
Negara Satu di Nusantara
Negara Satu di Nusantara
Ini adalah Indonesia
ramah sapa, gotong royong
cinta dan hormat sehari-hari
tak pura-pura, tak tulus
tak apa-apa
berlebih doa dari hina
ramah sapa, gotong royong
cinta dan hormat sehari-hari
tak pura-pura, tak tulus
tak apa-apa
berlebih doa dari hina
Ini adalah Indonesia
dijajah pernah, ditindas sudah
saat tak punya apa-apa
dari penjara duka dibuang
tercatat data terungkap fakta
pidato,
bambu runcing,
dan kertas perjanjian
memimpin bangsa pendiri negara
bersama rakyat bersama tentara
darah membasuh tanah Merdeka
susah senang jadi Negara
dijajah pernah, ditindas sudah
saat tak punya apa-apa
dari penjara duka dibuang
tercatat data terungkap fakta
pidato,
bambu runcing,
dan kertas perjanjian
memimpin bangsa pendiri negara
bersama rakyat bersama tentara
darah membasuh tanah Merdeka
susah senang jadi Negara
itulah Indonesia,
dari tiada
menjadi ada
tak apa-apa menderita
harap Merdeka jadi bahagia
dari tiada
menjadi ada
tak apa-apa menderita
harap Merdeka jadi bahagia
Ini adalah Indonesia
BBM naik harga naik
orang muda berguguran
pengangguran
kemiskinan
itu belum apa-apa
BBM naik harga naik
orang muda berguguran
pengangguran
kemiskinan
itu belum apa-apa
Inilah Indonesiaku,
Inilah Indonesiamu,
Inilah Indonesiamu,
Itulah Indonesia Kita, cinta kita
Siapa berani menggantinya
Mari hadapi sama-sama
Siapa berani menggantinya
Mari hadapi sama-sama
Indonesia Kita, Tanah Air Beta
Bhineka Tunggal Ika perekatnya
Pancasila penjaganya
Ada dihati, jati dijiwa
Menghalau dusta sama-sama
ubah ragam jadi seragam
Bhineka Tunggal Ika perekatnya
Pancasila penjaganya
Ada dihati, jati dijiwa
Menghalau dusta sama-sama
ubah ragam jadi seragam
30Maret 2007
Berhenti Bermimpi
Aku ingin berhenti bermimpi
kilauan emas pakaian indah
warna-warna sarung,kain, kebaya
kilauan emas pakaian indah
warna-warna sarung,kain, kebaya
Aku ingin berhenti bermimpi
Bunyi-bunyian tetabuhan gegap gepita
Mengiringi orang-orang menari ceria
Bunyi-bunyian tetabuhan gegap gepita
Mengiringi orang-orang menari ceria
Aku ingin berhenti bermimpi
Penari-penari tayub bahagia
Penari-penari dombret tersenyum
Penari-penari jaipongan ceria
Sandang papan dan pangan tercukupi
Penari-penari tayub bahagia
Penari-penari dombret tersenyum
Penari-penari jaipongan ceria
Sandang papan dan pangan tercukupi
Aku ingin berhenti bermimpi
Pelakon ketoprak, teater trasional
Ramai di tv dan koran koran menjadi idola
Aku ingin berhenti bermimpi
Aku ingin semua bukan mimpi
Pelakon ketoprak, teater trasional
Ramai di tv dan koran koran menjadi idola
Aku ingin berhenti bermimpi
Aku ingin semua bukan mimpi
===
Bukan Hanya
Bukan Hanya
bukan hanya orang Islam saja
bukan hanya orang Kristen saja
bukan hanya orang Hindu saja
bukan hanya orang Budha saja
bukan hanya orang Kong-Khu Tju saja
bukan hanya orang Kristen saja
bukan hanya orang Hindu saja
bukan hanya orang Budha saja
bukan hanya orang Kong-Khu Tju saja
tak juga hanya Yang Percaya pada Tuhan saja
apalagi bila
cuma orang nasionalis saja
cuma orang komunis saja
cuma orang agama saja
atau
cuma orang kaya saja
cuma orang miskin saja
tak ada kata cuma, apalagi hanya
apalagi bila
cuma orang nasionalis saja
cuma orang komunis saja
cuma orang agama saja
atau
cuma orang kaya saja
cuma orang miskin saja
tak ada kata cuma, apalagi hanya
pada nyatanya
Semua bersama-sama
Semua berdarah-darah
Semua berkeringat
Semua bersama-sama
Semua berdarah-darah
Semua berkeringat
Semua berairmata
Bersama-sama
Bersama-sama
Maka BISA lawan kolonial
Maka BISA tentang imperialisme
lawan Kolonial Belanda
usir Penjajah Jepang
Silahkan tanya pada tanah Indonesia
yang merangkul jasad
yang menyerap tetes-tetes darah
orang-orang yang angkat senjata
orang-orang yang dipenjara
usir penjajah
usir imperialis
Maka BISA tentang imperialisme
lawan Kolonial Belanda
usir Penjajah Jepang
Silahkan tanya pada tanah Indonesia
yang merangkul jasad
yang menyerap tetes-tetes darah
orang-orang yang angkat senjata
orang-orang yang dipenjara
usir penjajah
usir imperialis
===
Aku Bertanya
Aku bertanya
Buat apa merdeka
Jika kini kau jual pula tanah air ini
UU PM
UU SDA
Jika kini kau jual pula tanah air ini
UU PM
UU SDA
Aku bertanya
Buat apa darah-darah dulu bercecer
Clash Action I, Clash Action II
pertahankan tanah ini demi harap
sejahtera rakyat
Buat apa darah-darah dulu bercecer
Clash Action I, Clash Action II
pertahankan tanah ini demi harap
sejahtera rakyat
tanah kelahiran
kini darah-darah tercecer
menguap tanpa harap
tatkala anak-anak pribumi
ibu-ibu, bapak-bapak tua, remaja putra-putri
terusir dari tanah lahirnya
tersingkir dari tempat yang membesarkannya
menguap tanpa harap
tatkala anak-anak pribumi
ibu-ibu, bapak-bapak tua, remaja putra-putri
terusir dari tanah lahirnya
tersingkir dari tempat yang membesarkannya
karena siapa, aku bertanya?
Aku bertanya
Masih layakkah Indonesia Raya dinyanyikan:
di Istana, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor
Manakala bangsa Indonesia tak bisa berdiri sendiri
Apalagi menjadi pandu ibu
Masih layakkah Indonesia Raya dinyanyikan:
di Istana, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor
Manakala bangsa Indonesia tak bisa berdiri sendiri
Apalagi menjadi pandu ibu
Aku bertanya
Apakah Indonesia adalah Negara
Air, Udara dan Tanah
Siapa punya
Penduduk, rakyat tanpa tanah&air
Pemerintah Siapa punya
Apakah Indonesia adalah Negara
Air, Udara dan Tanah
Siapa punya
Penduduk, rakyat tanpa tanah&air
Pemerintah Siapa punya
Aku bertanya
Kemana perginya Pancasila
Dimana Pembukaan UUD 45 bersembunyi
Tidakkah keduanya masih tersisa
Di antara hati-pikir-aksi 200an juta rakyat Indonesia
Dimana Pembukaan UUD 45 bersembunyi
Tidakkah keduanya masih tersisa
Di antara hati-pikir-aksi 200an juta rakyat Indonesia
Semoga.
–+—
Kurindu Bunyi itu
Kurindu bunyi itu
Yang hampir tak pernah kudengar
Yang hampir tak pernah kudengar
Kabar tentang seruling
Bunyi nan indah membius menenangkan
Bunyi nan indah membius menenangkan
Kurindu bunyi itu
Yang tak pernah terdengar
Yang tak pernah terdengar
Gamelan, gendang, kecapi, sitar
Tifa, rebab, dian sasando
Tifa, rebab, dian sasando
Berita suara membahana
Kurindu bunyi itu
Kurindu bunyi itu
Nyaring, rendah, ramai lincah
Pada sahdu, dinamis
Pada sahdu, dinamis
Bergema
Kurindu bunyi itu
Karena itu warisan ibu dan bapakku
Kurindu bunyi itu
Karena itu warisan ibu dan bapakku
—-==+====
Ganti Saja Pancasila
Dengan sejuta maaf dan sembah takjim pada Pendiri Bangsa tercinta 1945 aku berkata:
Ganti saja Pancasila
Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima
Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima
Tertinggal dua atau satu sila saja
Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa
Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa
Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?
Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya
Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya
Nyatanya:
Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,
tak jua tersedia kendaraan angkut massif
Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?
Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,
tak jua tersedia kendaraan angkut massif
Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?
Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya
Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut
dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro
dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro
Ganti saja Pancasila
Apa arti Persatuan Indonesia
Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial
Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola
Apa arti Persatuan Indonesia
Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial
Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola
Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara
Ganti saja Pancaila
Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan
Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan
Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana, segala kebijakan dicipta
Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,
uang dan kekuasaan jadi pemimpin,
pastinya bukan musyawarah
uang dan kekuasaan jadi pemimpin,
pastinya bukan musyawarah
Ganti saja Pancasila
Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini
Nyata dan fakta:
Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya
Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,
Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini
Nyata dan fakta:
Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya
Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,
sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,
Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,
Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR
menjadi berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha
tak peduli Rakyat
Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,
Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR
menjadi berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha
tak peduli Rakyat
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,
banyak contoh banyak aplikasi:
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,
banyak contoh banyak aplikasi:
Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,
mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela
mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela
Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun
percaya pada Tuhan, menTuhankan uang
percaya pada Tuhan, menTuhankan uang
Ganti saja Pancasila
Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna
Soeharto sukses manunggal keseragaman
kini DPR dan pemerintah siap lahirkan
Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’
yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara
Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna
Soeharto sukses manunggal keseragaman
kini DPR dan pemerintah siap lahirkan
Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’
yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara
Ya, silahkan Ganti saja Pancasila dengan Panca-pancaan baru, dasar negara baru, sila: berlambang Garuda dengan lima simbol Dollar, Huruf Arab, Mobil Mercedes, dan Sekolah Swasta
Umi Lasmina, November, 12, 2006
====
====
April 2006, Jakarta
Aku merindukan sepeda
Ketika banyak orang berbondong
membeli sepeda motor
membeli sepeda motor
Aku mendambakan sepeda
Seperti di Yogyakarta, dulu
Ketika banyak orang berebut
mendaftar kredit sepeda motor
Aku merindukan sepeda
Seperti di Yogyakarta, dulu
Ketika banyak orang berebut
mendaftar kredit sepeda motor
Aku merindukan sepeda
Seperti di China, sekarang
Ketika orang memilih
naik ojek motor
Ketika orang memilih
naik ojek motor
Aku ingin naik ojek sepeda
seperti di Stasiun Jakarta Kota, kini
Aku suka naik sepeda
meski kutahu
motor murah
pasar impor terbuka
dan
tukang ojek adalah pilihan
agar tak menganggur
seperti di Stasiun Jakarta Kota, kini
Aku suka naik sepeda
meski kutahu
motor murah
pasar impor terbuka
dan
tukang ojek adalah pilihan
agar tak menganggur
dan
membuat supir-supir
mikrolet, angkot, bis
kehilangan sewa penumpang
yang
tak mengerti mengapa
membuat supir-supir
mikrolet, angkot, bis
kehilangan sewa penumpang
yang
tak mengerti mengapa
Aku merindukan sepeda
di tanah datar di Jakarta
Aku menyukai becak
seperti di luar Jakarta
Aku merindukan sepeda
menjadi penghibur kesusahan bangsa
bersepeda bersama
gembira
tanpa polusi
tanpa korupsi
sepeda
bukan untuk anak-anak
atau ibu-ibu
saja
di tanah datar di Jakarta
Aku menyukai becak
seperti di luar Jakarta
Aku merindukan sepeda
menjadi penghibur kesusahan bangsa
bersepeda bersama
gembira
tanpa polusi
tanpa korupsi
sepeda
bukan untuk anak-anak
atau ibu-ibu
saja
April, 20, 2006
KEPADA PENDIRI BANGSA
Maafkan kami Pendiri bangsa
Bila kami lupa Pancasila
Tak ingat lagi Bhineka Tunggal Ika
Apa daya kami
TAP MPR II 1978, TAP MPR II 1983
Bila kami lupa Pancasila
Tak ingat lagi Bhineka Tunggal Ika
Apa daya kami
TAP MPR II 1978, TAP MPR II 1983
P4 namanya
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
Puluhan butir-butir
Tak mampu lekatkan kami pada
Pancasila, Bhineka Tunggal Ika
Yang di Saktikan, dirayakan
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Kami terlalu girang 98
Maklum
Kami terlalu sedih
Puluhan butir-butir
Tak mampu lekatkan kami pada
Pancasila, Bhineka Tunggal Ika
Yang di Saktikan, dirayakan
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Kami terlalu girang 98
Maklum
Kami terlalu sedih
32 tahun lebih
hingga kami lupa arti
hingga kami hampir lupa jati
terlena reformasi
hingga kami lupa arti
hingga kami hampir lupa jati
terlena reformasi
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Lagu perkasa Garuda Pancasila
Hampir tak terdengar
Lagi gaungkan
tak lupa kami liriknya
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Yang pernah dipenjara
Yang pernah disiksa
Tuk Indonesia Merdeka
Lagu perkasa Garuda Pancasila
Hampir tak terdengar
Lagi gaungkan
tak lupa kami liriknya
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Yang pernah dipenjara
Yang pernah disiksa
Tuk Indonesia Merdeka
Maaf sekali lagi maaf
Lalai kami tuk jaga Merdeka
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Mengeluh bukan maksud
Merengek bukan kehendak
Ijinkan kami temukan kembali
Ceceran-ceceran darahmu
Di tanah-tanah seluruh Nusantara
agar kami ingat
Kau selalu bersama kami
Lalai kami tuk jaga Merdeka
Maafkan kami Pendiri Bangsa
Mengeluh bukan maksud
Merengek bukan kehendak
Ijinkan kami temukan kembali
Ceceran-ceceran darahmu
Di tanah-tanah seluruh Nusantara
agar kami ingat
Kau selalu bersama kami
Sejak dijajah, Sejak merdeka
Agar kami sadar betapa pun
Kami berbeda, Kami beragam
Sejak dijajah, Sejak merdeka
selalu bersama
Agar kami eling bahwa
Indonesia Merdeka
dengan
Pancasila, Bhineka Tunggal Ika
dan bukan yang lain
Agar kami sadar betapa pun
Kami berbeda, Kami beragam
Sejak dijajah, Sejak merdeka
selalu bersama
Agar kami eling bahwa
Indonesia Merdeka
dengan
Pancasila, Bhineka Tunggal Ika
dan bukan yang lain
Kiding, 26 Maret 2006
TERIMA KASIH KAPITALIS
Terima kasih kapitalis
Kau dan negaramu sumbang dana jutaan Dollar
bagi Perempuan Indonesia tuk jadi Feminis
dukung Kapitalisme
dukung Liberalisme
bagi Perempuan Indonesia tuk jadi Feminis
dukung Kapitalisme
dukung Liberalisme
Terima kasih Ndoro Funding, kapitalis dermawan
Indonesia kini punya:
pusat dokumentasi perempuan;
jurnal feminis;
komisi perempuan;
yang kabarnya
bicara tentang perempuan dari perempuan tuk perempuan
perempuan-perempuan- perempuan dan perempuan
dengan metode feminisme
Indonesia kini punya:
pusat dokumentasi perempuan;
jurnal feminis;
komisi perempuan;
yang kabarnya
bicara tentang perempuan dari perempuan tuk perempuan
perempuan-perempuan- perempuan dan perempuan
dengan metode feminisme
Terima kasih kapitalis
Kami bisa sekolah di negaramu, gratis
bekerja di lembagamu bergaji tinggi, drastis
Kami bisa sekolah di negaramu, gratis
bekerja di lembagamu bergaji tinggi, drastis
Terima kasih Kapitalis pendiri Orde Baru
Kau beri ruang luas pada:,
orang cerdas berposisi;
orang elit berkelompok;
apa namanya? Sosdem?
Kau beri ruang luas pada:,
orang cerdas berposisi;
orang elit berkelompok;
apa namanya? Sosdem?
Biasa minum di cafe kapitalis,
apa nama cafenya?
Starbuck, Gloria Bean, Dome, Bean?
lalu
diskusi dan belajar
tuk jadi
Genius creature
less conscience but matter
apa nama cafenya?
Starbuck, Gloria Bean, Dome, Bean?
lalu
diskusi dan belajar
tuk jadi
Genius creature
less conscience but matter
Terima kasih kapitalis
Ku jadi bisa bahasa Inggris
Terima kasih kapitalis
kini kubisa bercerita
tentang fantasiku dan mimpi-mimpi
menjadi perempuan bebas
Ku jadi bisa bahasa Inggris
Terima kasih kapitalis
kini kubisa bercerita
tentang fantasiku dan mimpi-mimpi
menjadi perempuan bebas
Terima kasih kapitalis
telah meminang Feminis menjadi pasangan setiamu
dan luaskan mimpi baru tentang kebebasan
pada Ally Mac Beal, Carrie “Sex in The City” dan tentu saja Body Shop
Terima kasih kapitalis
telah meminang Feminis menjadi pasangan setiamu
dan luaskan mimpi baru tentang kebebasan
pada Ally Mac Beal, Carrie “Sex in The City” dan tentu saja Body Shop
Terima kasih kapitalis
kini kutahu
ada kulit wajah:
berminyak, normal, atau kering
dan
kini
kulitku pun bisa putih
terima kasih-terima kasih
Terima kasih kapitalis
ada kulit wajah:
berminyak, normal, atau kering
dan
kini
kulitku pun bisa putih
terima kasih-terima kasih
Terima kasih kapitalis
kujadi tak malu diam saat saudaraku menderita
“ah itu kan karena dia malas, orang miskin kan emang begitu”
“lapar kepala kunang-kunang, kenyang ngantuk”*
terima kasih kapitalis
Kau selalu membuatku aman
di rumah
di mobil
di kantor
Terima kasih kapitalis
kini aku tak perlu merasa bersalah
apalagi ikut panas-panasan demonstrasi segala
apalagi jadi militan, gak jelas dan anarkis
“ah itu kan karena dia malas, orang miskin kan emang begitu”
“lapar kepala kunang-kunang, kenyang ngantuk”*
terima kasih kapitalis
Kau selalu membuatku aman
di rumah
di mobil
di kantor
Terima kasih kapitalis
kini aku tak perlu merasa bersalah
apalagi ikut panas-panasan demonstrasi segala
apalagi jadi militan, gak jelas dan anarkis
tuntut ini itu gak ngasih solusi
Terima kasih kapitalis
sudah beri segala yang kubutuhkan
kosmetik, live music, resto, spa
semua enak…hmmh
Terima kasih kapitalis
sudah beri segala yang kubutuhkan
kosmetik, live music, resto, spa
semua enak…hmmh
Terima kasih kapitalis
gigiku putih
wajahku cantik
tubuhku wangi
deorant, parfum banyak pilihan
Terima kasih kapitalis
kau jauhkan aku dari Kartini
dari
nilai-nilai cinta, kebebasa
bebas menikah, tanpa dimadu
Terima kasih kapitalis
gigiku putih
wajahku cantik
tubuhku wangi
deorant, parfum banyak pilihan
Terima kasih kapitalis
kau jauhkan aku dari Kartini
dari
nilai-nilai cinta, kebebasa
bebas menikah, tanpa dimadu
Terima kasih kapitalis
kubisa lupa kata-kata Stella sahabat Kartini,
ku tak perlu susah-susah
pikir tetang rakyat jelata
“yang indah lagu katanya…sopan santun dan rendah hati” **
ah..
apa peduliku
terima kasih kapitalis
mampirlah lagi ke negeri kami
jangan lupa investasi
bawa dollar yang banyak
kembali pasti dapat lebih banyak
terima kasih kapitalis
terima kasih yang tak terhingga
ku tak perlu susah-susah
pikir tetang rakyat jelata
“yang indah lagu katanya…sopan santun dan rendah hati” **
ah..
apa peduliku
terima kasih kapitalis
mampirlah lagi ke negeri kami
jangan lupa investasi
bawa dollar yang banyak
kembali pasti dapat lebih banyak
terima kasih kapitalis
terima kasih yang tak terhingga
Kiding. Jakarta, 26 Maret, 2006
AYO NGAKU
Ngakunya feminis
Tapi patriarkis
Katanya solidaritas
Tapi menindas
Tapi patriarkis
Katanya solidaritas
Tapi menindas
Tulisannya feminisme
Nyatanya cuma metode
Katanya anti kekerasan
Tapi pelaku kekerasan
Pernyataannya Melawan Penindasan
Nyatanya menindas
Katanya Menolak Objektikasi Perempuan
Nyatanya menikmati playboy
Katanya Membela Perempuan
Perempuan ditindas diam saja
>>>>>
perempuan Indonesia berPancasila
Perempuan Indonesia berpancasila
Di sana
Jauh di desa,
jauh di dusun
Di gunung,
di pesisir
Kerja keras
berbagi beras
igih dan bersih
tanpa merintih
Berserikat sudah mulai
organisasi sosialisasi
bkerja bersama yakin bisa
ukan dana bukan proyek
Apalagi minta-minta
Tak kenal proposal
Tak peduli program
Penting berkerja menjalin harap
Nyatanya cuma metode
Katanya anti kekerasan
Tapi pelaku kekerasan
Pernyataannya Melawan Penindasan
Nyatanya menindas
Katanya Menolak Objektikasi Perempuan
Nyatanya menikmati playboy
Katanya Membela Perempuan
Perempuan ditindas diam saja
>>>>>
perempuan Indonesia berPancasila
Perempuan Indonesia berpancasila
Di sana
Jauh di desa,
jauh di dusun
Di gunung,
di pesisir
Kerja keras
berbagi beras
igih dan bersih
tanpa merintih
Berserikat sudah mulai
organisasi sosialisasi
bkerja bersama yakin bisa
ukan dana bukan proyek
Apalagi minta-minta
Tak kenal proposal
Tak peduli program
Penting berkerja menjalin harap
Feminisme menjadi di Pancasila
===+=+
KEPADA GOLPUT
kepada Golput
tahukah
golput bisa menambah golongan hitam
kenapa kau tak pilih saja
hijau
merah
kuning atau
biru
dunia tak sekedar hitam dan putih
pelangi
merah, kuning, hijau
bahkan warna-warna baru
indigo, magenta, maroon
warna-warna baju tradisional
warna-warna kulit
warna-warna suara
warna kebijakaan
warna kebobrokan
juga warna-warna harap
hitam
hanya
jika lihat dari jauh
warna-warna nyata
politik
deal-deal
di hotel
di warung kopi
di rumah-rumah gedong
di tempat tidur
golongan putih
yang tak ikut memilih
memberi apa pada negeri?
harap? keputus asaan?
golput Amerika Serikat lebih dari 30%
golput Inggris Raya lebih dari 30%
lalu?
mereka,
kita
samakah?
darah dan air mata membayar suara kita
17 agustus 1945
itulah suara “dengan ini menyatakan kemerdekaanya”
aah golput
yang mengaku memilih adalah pilihan
apa benar
lalu apa setelah itu?
menghujat penguasa
memaki anggota dewan
lha anda kan tak memilih mereka?
Umi Lasmina
Mid, July 04
jangan salahkan siapa-siapa
jangan salahkan siapa-siapa
tercinta Nusantara sedih duka
Nan indah pulau, nan kaya laut
Nyata di mata; busung lapar
Nyata di muka; lumpuh, kusta
tak terkira derita kaki gajah
Menangis duka Nusantara
3 menit dalam berita
jangan salahkan siapa-siapa
hibur diri televisi
60 menit AFI, IDOL, KDI
lupalah kita pada derita
jangan salahkan siapa-siapa
tak indah dengar keluh
tak nikmat ucap umpat
tak pula kutuk
sejati hati bijak beraksi
mengabdi tindak pada budi
berbuat baik tanpa tunda
agar hidup kian bermakna
9 juni 2005 u.m.i
====
KPK vs KPU vs Masa Lalu?
sesuatu itu
bernama KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi
berani memburu
KPU, KPUD
saat usianya belum 7 tahun
meski, sempat super sibuk
keringat, air mata, tak tidur, selalu lembur
pertaruhan bangsa,
sebelum April 2004, Juni 2004, pun September 2004
pun paska lahirnya “Pemimpin Pembaharu”
sekarang,
masa “Pemimpin Pembaharu”
pemimpin KPU,
bukan (belum) birokrat apalagi pejabat
berbau akademisi bernuansa arongani,
berwarna aktivis, berselimut naif
tak biasa korupsi
terjerat sanksi: KORUPSI
kasihan,
Pemimpin KPU, “tameng” demokrasi
terluluh lantah
PADAHAL:
32+ tahun, PNS-nya
eselon 1, golongan 4 dst-dst
mengerti uang mengalir
bonus-proyek-bonus
pegawai negeri sipil
umum
meski tak semua
di KPU,
datang,
baca koran,
kadang fotocopy,
kadang mengetik
sering tak sibuk,
kecuali saat Pemilu toh?
duh KPU
kasihan…
aktivis, akademisi
tak biasa korupsi
boro-boro ngerti arah tender
terlambat…
mestinya dulu belajar pada :
PEMDA DKI
Departemen Keuangan
Departemen Kesehatan
Departemen Pendidikan
Departemen sosial
Sekneg
dan
tentu saja Dirjen Pajak serta Departemen Agama
32+ tahun jutaan haji
32+ tahun trilyunan pajak
KPU terlambat
kalah cepat
dari KPK
KPK ha ha ha
berani gempur KPU,cuma?
MEDIA (televisi, koran)
buru korupsi KPU, cuma?
lainnya?
Departemen-departemen yang menjarah 32+ tahun
Kehutanan
Pertanian
Sosial?
dan lain-lain
KPK, saatnya tiba
jual keberanian
bukan
dari
membeli ketidak tahuan
apalagi ketakutan
keadilan tak cuma kini
masa lalu
butuh
keadilan
sama besarnya
umi lasmina mei 30, 2005
=====
politics is like love
its never give you enough
you want more
politics is like Mother
there’s always not enough mother
politics is not a devil
neither angel
politics is a way
everybody chosen
with sincere and disdain
political theory is like rope
useful embroider
make the most of
but not everybody
political theory is weapon
without
its revolutionary
there ain’t revolutionary movement *
26 june
*kutipan Mao Tse Tsung
the world
used to be mine
used to be yours
used to be ours
now
the world
belong to SONY, TOYOTA, GE, TNT, UPS, LG, Telstra, Microsoft
and
I could not hear your voice
If Not using telkomsel-telstra
Since you live far away
could not email you
Without Microsoft
Or
even sent you b’day gift
Without UPS or TNT
Ah but
I could
Think of you free
From that LOGO, Branded
Cause my head
Still belong to me
Yet,
And I share it
With you
July, 2005
Orang-orang
Berpakaian kata-kata
Bercelana dusta
Di sana, di sini
Di negara-negara
Dikempit produksi
Dikekep komoditi
Untung saja
Masih ada
Orang-orang
Di sana sini
Berpakaian mimpi-mimpi
Bercelana harap
Dan
Berkain tekad
Mengendap mengusung damai
Ada universitas bernama UI
Universita Indonesia
Tempat orang-orang muda
Menjadi orang-orangan
Tak kenal diri
Indonesia
Tak punya hati
Integritas
Orang-orang
Universitas Indonesia
bikin proyek
analisa sana
analisa sini
samar beraksi
tak juga formulasi
yang menyatu
menyapa
bangsa Indonesia
=============
muram
hatiku merana
Tuhan diinjak-injak
Agama menyulut bencana
masjid-masjid megah dibangun
dimana-mana saudaraku kelaparan, tak sekolah
Yesus di Amerika Serikat bersama Bush
apakah Dia tersenyum? menangis?
orang-orang dravida Beragama
saling bantai di selatan Asia
ke mana pergi peradaban?
kemana kucari nurani…
kemana perginya cinta yang dibawa agama?
===============================================
cerah
hatiku masih percaya, yakin
Tuhan selalu ada
bersama kita
Dia-lah Allah, harapan berwujud toleransi
Dia-lah Sang Pecipta cinta berwujud saling mengerti
Dia-lah Yang Maha Pengasih, mendorong kita bersedekah
Dia-lah Yang Maha Penyayang, mengajak kita tolong menolong
Dia-lah keindahan, tak terhitung, tak pula terukur
Dia lah yang membuat kita semua bertahan hidup,
dan menjemput maut dengan senyum
umi lasmina 29 november 2004
…….><…….
Presiden-presiden Indonesia
Presiden-presiden Indonesia
Kepala segala kepala manusia
Terpilih, dipilih
Bukan manusia
Sedikit di atas
Nasibnya
Presiden-presiden Indonesia
Bicara kata
Tuntutan cipta
Apa daya Indonesia
Kepala-segala kepala
Sedikit di bawah manusia
nasibnya
bekas terjajah fakta
presiden-presiden Indonesia
tuntutan cipta
mengarah pada tanya
kapan berhenti jadi terjajah
Orang-orang tanpa Harap
Orang-orang tanpa harap
Makan minum kartu kredit
Uang segala dia punya
Orang tanpa harap
Dunia senang mati tak tahu
Orang tanpa harap
Benda segala dia punya
Cuma cinta tanda tanya
VOW
In the name of the people
who lives in thousands islands of Nusantara
I propose you
A happiness
in line with works
In front of tens soul of friends
who were and are with me in sad and joy
I propose you
Laughters
as part of humorous love I signed
with blood ink on papier
In the name of truth and honesty
I declare my love for you
==+==
Mencari Pujangga Sejati
Aku bukan pujangga
Maka aku mencari pujangga sejati
Di negeriku, Nusantaraku, Indonesiaku
Aku bukan pujangga
Maka aku mencari pujangga sejati
Yang tak hanya bertutur kata-kata
Tak hanya menghibur luka-luka
Atau menguggah nurani
Aku bukan pujangga
Maka aku mencari pujangga sejati
Di negeriku, Nusantaraku, Indonesia
Aku rasa pernah bertemu mereka
Sebentar
Sedikit
di kertas-kertas dan buku
mereka tlah hadir
di waktu-waktu lalu
saat ruhku jauh dari bumi
mereka bukan Ronggowarsito, Chairul Anwar, Amir Hamzah
lalu
lalu tak lagi kutemukan pujangga
Penyair Orde Baru
Tak pernah jadi pujangga
Lahir menghirup keamanan
Mengenyam kenyamanan
Menyembunyikan ketakutan
Pada kata-kata
Orde Baru
Orde orang tanpa politik
Orde orang takut politik
Orde orang takut tentara
Orde penjajahan hakiki Indonesia
Orde Baru masih berjaya
Menghantam Orde Reformasi
Tak jua lahir pujangga
Tak jua penyair
Tak ada inspirasi
Tak ada mobilisasi
Tak ada keberanian
Orde Baru masih berjaya
Kuasanya pada rupiah
Lalu penyairnya menjadi presiden
Di televisi
Tanpa ideologi, ideologi
Tanpa politik
Menengelamkan Indonesia dalam tawa
Pak presiden
Presiden bukan pemimpin
Ia hanya ‘manusia’ yang dipilih oleh orang-orang
Yang tidak mengenalnya
Juga tidak dikenalnya
Tapi
Orang-orang yang hanya punya harap
Orang-orang yang hanya punya mimpi
Pada malaikat tanpa sayap
Orang-orang tak punya kacamata
Tak perlu pula
Mata tak tak rabun
Apalagi lamur
kejernihan hati adalah mata
Kejernihan pada harap pada percaya
Sayang…
Hampir tak ada makna
Tak ada arti
Semata kertas yang dicoblos orang-orang
Bulan September 2004
Penentu orang-orang
Tuk tidak bahagia
apakah anda peduli
Posted on October 15, 2008 by puisiumipoet | Edit
Posted on October 15, 2008 by puisiumipoet | Edit
apakah anda peduli
apakah anda peduli siapa yang memimpin negeri ini
apakah anda tahu, pemimpin negeri pembuat kebijakan
mempengaruhi nasib rakyat kecil
yang berimbas pada dapur
yang berefek pada kompor
apakah anda tahu, pemimpin negeri pembuat kebijakan
mempengaruhi nasib rakyat kecil
yang berimbas pada dapur
yang berefek pada kompor
apakah anda sadar
banyak rakyat memilih penuh harap, perubahan lebih baik
jika mereka memilih pemimpin
apakah anda ikut memilih?
banyak rakyat memilih penuh harap, perubahan lebih baik
jika mereka memilih pemimpin
apakah anda ikut memilih?
apakah anda peduli
pilihan rakyat banyak ‘telah’ menyengsarakan banyak rakyat
lalu apakah anda bersalah
apakah rakyat bersalah
apakah anda berhak menyalahkan
apakah mereka yang memilih salah?
apakah anda memilih?
pilihan rakyat banyak ‘telah’ menyengsarakan banyak rakyat
lalu apakah anda bersalah
apakah rakyat bersalah
apakah anda berhak menyalahkan
apakah mereka yang memilih salah?
apakah anda memilih?
apakah anda peduli
hidup bersama berarti berkelompok, bekerjasama
dan memilih orang diantaranya untuk memimpin
diberi hak membawa, mengarahkan
memimpin
hidup bersama berarti berkelompok, bekerjasama
dan memilih orang diantaranya untuk memimpin
diberi hak membawa, mengarahkan
memimpin
apakah anda sadar
suara anda adalah harapan anda
dan mungkin harapan puluhan juta orang
suara anda adalah harapan anda
dan mungkin harapan puluhan juta orang
atau anda sudah nikmat tak butuh harap
atau anda sudah tak percaya orang lain untuk memimpin
atau anda sudah tak percaya sistem
atau anda sudah tak percaya orang lain untuk memimpin
atau anda sudah tak percaya sistem
siapa yang anda percaya?
siapa yang anda pedulikan?
siapa yang anda pedulikan?
apakah anda orang-orang yang tidak bisa ke TPS
karena harus ke sawah agar upah Rp.20000 tidak hilang
atau
anda ada urusan lain yang lebih penting
atau pergi berlibur
atau tidak terdaftar sebagai pemilih
atau malas ke TPS
atau anda lebih bagus kerjanya dari pada semua yang ada di dpr?
karena harus ke sawah agar upah Rp.20000 tidak hilang
atau
anda ada urusan lain yang lebih penting
atau pergi berlibur
atau tidak terdaftar sebagai pemilih
atau malas ke TPS
atau anda lebih bagus kerjanya dari pada semua yang ada di dpr?
apakah anda peduli
pada harapan puluhan juta rakyat
yang masih ‘percaya’
pada orang lain
pada partai
pergi ke TPS
ikut kampanye
sekedar ikut-ikutan
sekedar ingin tahu
atau cari uang transport
atau yang masih percaya
agar setitik harap terwujud di negri ini
Negeri Berbendera Merah Putih
apakah anda peduli
pada harapan puluhan juta rakyat
yang masih ‘percaya’
pada orang lain
pada partai
pergi ke TPS
ikut kampanye
sekedar ikut-ikutan
sekedar ingin tahu
atau cari uang transport
atau yang masih percaya
agar setitik harap terwujud di negri ini
Negeri Berbendera Merah Putih
apakah anda peduli
@umi lasmina Oktober 2008
KEPADA GOLPUT
kepada Golput
tahukah
golput bisa menambah golongan hitam
kenapa kau tak pilih saja
hijau
merah
kuning atau
biru
dunia tak sekedar hitam dan putih
pelangi
merah, kuning, hijau
bahkan warna-warna baru
indigo, magenta, maroon
warna-warna baju tradisional
warna-warna kulit
warna-warna suara
warna kebijakaan
warna kebobrokan
juga warna-warna harap
hitam
hanya
jika lihat dari jauh
warna-warna nyata
politik
deal-deal
di hotel
di warung kopi
di rumah-rumah gedong
di tempat tidur
golongan putih
yang tak ikut memilih
memberi apa pada negeri?
harap? keputus asaan?
golput Amerika Serikat lebih dari 30%
golput Inggris Raya lebih dari 30%
lalu?
mereka,
kita
samakah?
darah dan air mata membayar suara kita
17 agustus 1945
itulah suara “dengan ini menyatakan kemerdekaanya”
aah golput
yang mengaku memilih adalah pilihan
apa benar
lalu apa setelah itu?
menghujat penguasa
memaki anggota dewan
lha anda kan tak memilih mereka?
Umi Lasmina
Mid, July 04
===========
INI INDONESIA
Posted on July 25, 2008 by puisiumipoet | Edit
===========
INI INDONESIA
Posted on July 25, 2008 by puisiumipoet | Edit
INI INDONESIA
Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:
Indonesia adalah:
orang-orang;
bangsa, suku;
warna-warna kulit;
jenis-jenis rambut;
berbagai bentuk hidung;
beragam bentuk rahang;
bermacam kelopak mata;
tak sama, tak beda
tak apa-apa
itulah Nusantara
Indonesia adalah:
orang-orang beradab
berpakaian, berbaju, berkain
rumbai-rumbai, kebaya, koteka,
kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban,
berlipat, longgar, ketat,
tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat
warna warni, panjang, pendek, sedang
tertutup, terbuka
berbeda bersama
tak apa-apa
menjadi, membagi, biasa
itu Nusantara
Ini adalah Indonesia
Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar
di kota Terbesar
Ini adalah Indonesia
Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza
langgar, mesjid, pesantren
antara
pura dan kuil-kuil
tak sedikit tak banyak
tak apa-apa
Tuhan Maha Esa Memberinya
Negara Satu di Nusantara
Ini adalah Indonesia
ramah sapa, gotong royong
cinta dan hormat sehari-hari
tak pura-pura, tak tulus
tak apa-apa
berlebih doa dari hina
Ini adalah Indonesia
dijajah pernah, ditindas sudah
saat tak punya apa-apa
dari penjara duka dibuang
tercatat data terungkap fakta
pidato,
bambu runcing,
dan kertas perjanjian
memimpin bangsa pendiri negara
bersama rakyat bersama tentara
darah membasuh tanah Merdeka
susah senang jadi Negara
itulah Indonesia,
dari tiada
menjadi ada
tak apa-apa menderita
harap Merdeka jadi bahagia
Ini adalah Indonesia
BBM naik harga naik
orang muda berguguran
pengangguran
kemiskinan
itu belum apa-apa
Inilah Indonesiaku,
Inilah Indonesiamu,
Itulah Indonesia Kita, cinta kita
Siapa berani menggantinya
Mari hadapi sama-sama
Indonesia Kita, Tanah Air Beta
Bhineka Tunggal Ika perekatnya
Pancasila penjaganya
Ada dihati, jati dijiwa
Menghalau dusta sama-sama
ubah ragam jadi seragam
============
Ganti Saja Pancasila
============
Ganti Saja Pancasila
Ganti saja Pancasila
Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima
Tertinggal dua atau satu sila saja
Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa
Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?
Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya
Ganti saja Pancasila
Dimana relevansinya dengan Negara apalagi di Masyarakat
Nyata, fakta:
Motor-motor berjuta-juta
Kendaraan individu berjaya
Apa arti Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bila: supir-supir bisdi kota harus bekejar-kerjaan, kebut-kebutan cari penumpang
Setoran tak tercapai, nyawa hilang mungkin saja
Karena penumpang sedikit, mereka beralih ke motor
Nyatanya:
Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,
tak jua tersedia kendaraan angkut massif
Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?
Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya
Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut
dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro
Ganti saja Pancasila
Apa arti Persatuan Indonesia
Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial
Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola
Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara
Ganti saja Pancaila
Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan
Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana yang memimpin, apalagi pencipta kebijakan
Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,
uang dan kekuasaan jadi pemimpin,
pastinya bukan musyawarah
Ganti saja Pancasila
Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini
Nyata dan fakta:
Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya
Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,
sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,
Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,
Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR
berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha
tak peduli Rakyat
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,
banyak contoh banyak aplikasi:
Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,
mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela
Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun
percaya pada Tuhan, menTuhankan uang
Ganti saja Pancasila
Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna
Soeharto sukses manunggal keseragaman
kini DPR dan pemerintah siap lahirkan
Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’
yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara
Ya, silahkan Ganti saja Pancasila dengan Panca-pancaan baru, dasar negara baru, sila: berlambang Garuda dengan lima simbol Dollar, Huruf Arab, Mobil Mercedes, dan Sekolah Swasta cabang Inggris, Amerika atau Australia
Umi Lasmina, November, 12, 2006
============
Tahukah Anda Seni Budaya Indonesia Tercinta
Posted on December 20, 2007 by puisiumipoet | Edit
Tahukah Anda Seni Budaya Indonesia Tercinta
Posted on December 20, 2007 by puisiumipoet | Edit
jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
pemain dan penari tayub berkeliling mengamen dengan hanya mendapatkan penghasilan Rp.20000, dua puluh ribu rupiah- sehari?
ditonton beberapa orang di pasar
tahukah anda
pemain dan penari tayub berkeliling mengamen dengan hanya mendapatkan penghasilan Rp.20000, dua puluh ribu rupiah- sehari?
ditonton beberapa orang di pasar
jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
tiket menonton Il Divo paling murah Rp.500000,- lima ratus ribu rupiah, untuk menyanyi satu jam saja
ditonton oleh ribuan penonton di Jakarta Convention Center
tahukah anda
tiket menonton Il Divo paling murah Rp.500000,- lima ratus ribu rupiah, untuk menyanyi satu jam saja
ditonton oleh ribuan penonton di Jakarta Convention Center
jika anda peduli budaya bangsa, karya seni anak bangsa
tahukah anda
berapa harga tiket menonton wayang orang barata?
tahukah anda
berapa harga tiket menonton wayang orang barata?
jika anda peduli budaya bangsa
lagu daerah apa yang terakhir anda ingat dan hapal liriknya?
lagu daerah apa yang terakhir anda ingat dan hapal liriknya?
jika anda peduli budaya bangsa
dalam setahun, berapakah CD atau album daerah yang anda beli?
berapa lagu pop Indonesia , dangdut, barat yang anda beli
Bisakah anda mengingatnya
kata-kata ini hanya pertanyaan
ada banyak cara untuk menunjukkan cinta dan peduli anda pada seni budaya bangsa
seandainya saya bisa tahu
dalam setahun, berapakah CD atau album daerah yang anda beli?
berapa lagu pop Indonesia , dangdut, barat yang anda beli
Bisakah anda mengingatnya
kata-kata ini hanya pertanyaan
ada banyak cara untuk menunjukkan cinta dan peduli anda pada seni budaya bangsa
seandainya saya bisa tahu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar